Kamis, 31 Januari 2013

The T(h)ree

Entah kalian apa di kehidupanku. 
Akankah aku jadikan musuh? Aku rasa kalian temanku.Akankah ku anggap teman? Tapi ada yang tidak menganggapku teman.Akankah ku anggap hanya kenalan? Namun, ada yang lebih dari itu.


Aku tahu, aku hanya penggemar kalian. Orang yang senantiasa terdiam sejenak di saat berpapasan dengan kalian. Entah apa yang ada di kalian. Entah ilmu apa yang kalian gunakan untuk dapat menghentikan seluruh tubuhku. Kakiku tiba-tiba terhenti, mataku menatap tajam, menduga dan bertanya 'Itukah kalian?'. Aku kebingungan. Aku serasa tak menjadi diriku yang asal-asalan. Aku berubah menjadi sosok kalem dan pemalu juga jaim.

Ahh, siapa yang salah? Kalimat itu senantiasa muncul di benak dan fikiranku. Setiap kali bertemu dengan kamu, aku selalu tak berani menatap matamu. Mata tempat aku menemukan jawaban akan pertanyaan  aku selama ini. Mata yang aku merasa juga memperhatikanku. Aku tertunduk, melangkah di depanmu dan menganggap kamu itu bukan kamu. Mempercepat langkahku dan menghela nafas. Aku takut. Padahal kamu bukan setan, dan kamu bukan orang asing. Kamu sudah lama sekali ada di hari-hariku. Tapi entah kenapa rasa ini menjadi berubah. Aku tak seusil dulu kepadamu. Apa itu efek kita jarang berjumpa? 0.0

Kamu lagi. Aku bingung akan memberimu gelar yang kedua atau ketiga atau bahkan terakhir (Amin). Karena kamu hadir setelah kamu yang pertama tetapi ada kamu yang ketiga. Aku senang bisa mengenalmu, jauh darimu, menjadi 'pacar' ejekanmu, dekat denganmu, dan seperti sekarang ini. Meski dulu kita pernah jauuuuuuuh banget. Gara-gara semua orang memvonis kita ada apa-apa. Sebenarnya akunya biasanya saja. Tetapi begitulah. Tidak lama kemudian, kamu hadir ingin lebih dekat denganmu. Entah kenapa kamu saat itu ingin dekat denganku. Dan ternyata, kedekatan itu tak lama. Kamu senang dengan yang lain. Huh, kesal banget. Mengapa harus aku yang kamu PHP-in? Apa salah aku? Entahlah. Awalnya, saat kamu kembali lagi, aku tidak begitu menghiraukannya. Hingga kamu sadar bahwa kamu salah dan sangat membuat aku kecewa. Sekarang aku pengen berterimakasih denganmu. Terima kasih sudah memberikan hal-hal positif di dalam hidupku dan membuat diriku senang. Terima kasih ya ^^

Kali ini kamu. Orang yang menurutku memiliki semua yang aku inginkan. Kamu cakep, kereen, kece, pintar, alim, humoris (kadang-kadang), enak diajak ngobrol. Aku akui ada dua kekurangan kamu sejak dulu. Satu kekuranganmu sudah kamu perbaiki sih. Yaitu ketergantunganmu yang sangat-sangat terhadap Mama-mu. Maaf, tapi aku pernah menyebutmu anak mami. Dan kekuranganmu kedua, kamu terlalu mengisolasikan dirimu sendiri. Tidak ingin bergaul dengan teman baru atau bermain layaknya orang-orang disekitarmu. Lagi-lagi kamu sama dengan kamu yang pertama. Meski aku telah menemukan kamu yang kedua, tetapi dihadapanmu aku tetap masih terdiam, stuck sekejap, dan membuyarkan lamunanku. Kamu WOW, tetapi harus ku lupa. =.='

The T(h)ree : Tiga orang yang saat ini masih mempengaruhi hidupku, hatiku, dan mataku. Kalian ada yang seperti musuh, pacar, dan teman. Ku simpulkan bahwa kalian adalah pohon yang senantiasa meneduhkan mataku untuk sekedar memandang kalian yang kesemuanya istimewa meski ada yang teristimewa di antara kalian. ^^

Sabtu, 19 Januari 2013

Mohon Ampun-MU



Tidak pernah aku bayangkan
Dan tak terlintas dalam pikiran
Dunia yang lebih dipentingkan
Ketimbang akhirat yang berkekalan

Ntah karena mereka yang bersalah
Atau diriku yang menyalah
Aku hanya takut ENGKAU marah
Membiarkan semua tak terarah

Ingin rasanya aku memberontak
Tidak peduli akan teriak
Yang kian semarak
Melihatku hilang tanpa jejak

Tetapi apa hendak dikata
Aku hanya manusia
Yang tiada daya upaya
Tak mampu melawan mereka yang berjuta

Kini aku ketakutan
Memikir apa yang kelak ENGKAU lakukan
Terhadap kelalaian seorang insan
Yang tak melaksanakan kewajiban

Mungkin isakan, tangisan, dan jeritan
Tak mampu menebus segala kesalahan
Setelah kebahagiaan yang ENGKAU berikan
Aku balas dengan kejahatan

Kini aku bingung tak menentu
Tak tahu ke mana aku harus tertuju
Tapi aku hanya ingin satu
Ampunan yang hanya datang dari-MU

Mohon ampuni dosa - dosaku
Juga semua kesalahnku
Aku hany manusia lugu
Yang tak tahu ini itu

Tak tahu apa yang ENGKAU berikan
Terhadap apa yang telah aku lakukan
Kesalahan yang sulit dimaafkan
Setelah bahagia kudapatkan

Tapi aku tak boleh gentar
Dengan kesalahan yang bertebar
Mengharap ampunan-MU yang besar
Wahai ALLAH Ya GHAFFAR






2 April 2011, 16:37

Selasa, 14 Agustus 2012

HILANG


H.I.L.A.N.G

Desir pasir juga riuh asap halangi pandanganku
Cahaya kilau anggun dirimu tlah pun pudar
Binar matamutenggelam hingga dasar ruang

Langkahmu terlalu jauh, Sayang
Biarkanku tersedu jauh di ujung belantara
Jangankan lambaian belaimu
Senyummu juga tak kau bagi padaku

Apa salahku?
Hingga kau telantarkan aku
Kau buta menatapku juga tuli suaraku
Haruskah aku terisak?
Mengguncang tubuhmu hingga kau sadar aku di sini

Berjalan,
Hingga sedikit berlari
Hilang,
Entah ke mana kau pergi
Jeritkan,
Isak ku di rajang-rajang
Lambaian,
Tanganku, bukan kau, Sayang


Bye *NewYork*

Saat Bulan Senja Hitam *S.B.S.H*

Saat Biru Senja Hitam
S.B.S.H

Langitku
Birumu yang slalu ku nanti
saat mataku menyala
Menanti senyummu kepadaku
yang hanya berdiri di teriknya surya

Kau tak tampak, biruku
Yang ku lihat hanya fisikmu
Birumu terpenjara dalam raungan surya
Tetap aku tatap alismu
Meski tak senada
dengan manusia dinaunganmu

Lihat! Birumu tlah pun tampak, sayang
Buat damai setiap insane
Meski tertutup awan
mereka tetap menatapmu

Memujamu di balik sayatan pilu nadiku
Kau smakin membiru
Sluruh warna tertuju padamu
Hingga tak ku kira
Aku terbujur kaku sendiri

Biru
Nikmatilah hidupmu yang baru
Sempurna seakan bintang dapat tampak di balikmu
Dan awan tak mampu tutupi anggun dirimu

Rekam dalam atmosfermu
Hingga kau berubah senja
Mereka saling pandang mengeluh dan merusuh

Ada bulan yang kan temani dalam buruk rupamu


J When you like BLUE in day, I will be your MOON in night J


Kamis, 05 Juli 2012

Bintang Usang

Qu lirik secarik helaian usang
Tatap emas demi emas
Terawang kilau emas nan qu damba
Silaukan mata menusuk hati

Pahit manis permen jahe masa lalu
Merekahkan sabit di matahari
Menurunkan hujan di tengah salju

Kini sabit tengah menghilang
Mencari untuk menemukan
Menanti yang tak pasti
Akankah sabit kembali

Hujan tak pernah dinanti
Bagi para penguin juga beruang
Tapi hujan terus mengalir
Bersatu es kutub utara dan selatan

Makhluk mungil merayu
Menyapaku dengan lagu
Ku remas makhluk itu
Kan temaniku sampai layu

Akankah helai usang kembali terang
Merampas bintang menjadi hitam
Tak kan ku lepas semua
Pada kau kabut mendung

Sabit ada jika bintang pun ada
Jika bintang menghilang
Banjir mengahantui di sana sini
Mengambil celah menyisip dalam sempit

Meski bintang tak pernah datang
Malam atau pun siang
Qu nyontek suatu jawaban
Bintang bertarung dengan sang kabut

Berjuanglah
Kan ku nanti kau
Di dekat pialamu

L A S - M A

 Hai Hai aku Kenapa kamu?  Seperti tidak bersemangat Seperti tidak ada tenaga Depresi kah?  Karena apa Apa ini lasma?  Atau bosan dengan hid...

Popular,,